Penyakit Kulit Scabies Pada Kucing

Mungkin beberapa dari anda para pemilik kucing, sudah mengenali salah satu penyakit umum yang cukup membandel ini, yaitu scabies pada kucing (Feline Scabies). Apalagi Penyakit ini cukup mudah untuk menyerang kucing-kucing ras, khususnya untuk kucing tipe Long hair yang membutuhkan perawatan khusus, namun tidak memungkinkan juga untuk kucing domestik (kampung) maupun kucing ras bertipe short hair tidak mudah terjangkit scabies, Karena penyakit ini merupakan penyakit yang cukup cepat menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya. Penyakit kulit ini menyebabkan rasa gatal konstan yang berlebih dan kerontokan yang parah, dampaknya sang kucing akan terus menggaruk dan menghasilkan luka dan koreng bahkan bernanah yang tentunya berbahaya apabila tidak ditangani segera. Cukup penting bagi para pemilik untuk mengetahui lebih detail tentang Penyebab, pencegahan, Gejala serta penanganan dan pengobatanya demi kesehatan kucing kesayangannya.

 

Penyebab scabies pada kucing

Notoedres Cati - Tungau Kucing

Gambar 1 Notoedres Cati

Scabies pada kucing sering disebabkan oleh tungau (seperti kutu) Notoedres Cati yang berukuran sekitar 0.2 – 0.4 mm.tungau ini menyerang semua jenis dan umur kucing. Notoedres Cati  selamanya hidup didalam kulit kucing tersebut dan bertelur beberapa kali sampai tungau tersebut mati sedangkan tungau ini memiliki masa hidup 2-3 minggu untuk satu siklus. Pertama tungau betina akan menggali dan melubangi untuk dijadikan tempat bertelur, dan terus menggali membuat saluran didalam kulit tersebut sehingga dapat membuat saluran sampai beberapa centimeter.

Penyebab scabies pada kucing  juga dapat disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, hanya saja tungau jenis Sarcoptes scabiei lebih sering menyerang anjing dari pada kucing. Namun tetap saja memungkinkan tertularnya kucing tersebut via hewan lain yang dapat terkena scabies seperti anjing, kelinci, tikus.

BACA JUGA   Lebih Dalam Mengenal Kucing Persia Exotic

Kucing yang tertulari scabies dapat disebabkan oleh kontak fisik dengan kucing lain yang tercemari oleh tungau ini. Dapat juga terkena apabila terkontak dengan benda yang memiliki tungau ini, contoh yang paling umum menggunakan sisir yang sama dari kucing yang memiliki tungau ini. Oleh sebab itu akan lebih baik Grooming kucing langsung ke Dokter Hewan. Karena sudah pasti terjamin ke sterilan alat dan bahannya.

Pencegahan Scabies pada Kucing

scabies pada kucing

Gambar 2 Scabies akut pada kucing

Pencegahan sejak dini perlu dilakukan untuk memaksimalkan dalam menghindari penyakit kulit tersebut,walau anda yakin kucing anda terbebas dari penyakit ini, tidak ada yg dapat menjamin bahwa kucing anda dapat tertular penyakit scabies. Berikut beberapa contoh pencegahannya :

1. Jauhkan kucing anda dari kucing liar

Kucing liar merupakan salah satu media tecepat untuk penularan tungau Notoedres Cati. karena tempat tinggal yang kotor dan makanan yang dimakan bukan makanan yang bersih menyebabkan kucing liar tempat inang yang  tepat untuk tungau Cati.

2. Hindari tempat grooming yang tidak terjamin kesterilannya

Carilah tempat grooming yang anda percayai, akan lebih bagus jika anda grooming langsung ke dokter hewan. Kontak fisik dengan alat grooming juga menjadi awal mula siklus hidup tungau. Pastikan alat yang digunakan pada tempat tersebut selalu disterilkan.

3. Isolasi kucing lain yang positif terjangkit scabies

Bila ada kucing lain yang terjangkit scabies, segera isolasi dan hindari kontak dengan kucing yang masih bebas scabies. Konsultasikan kedokter apabila kucing yang terkena scabies sedang menyusui.

Gejala Scabies pada Kucing

Sang kucing akan merasakan gatal yang berlebih dan rontok, gejala awal yang paling umum biasanya di daerah sekitar telinga dan leher. Terdapat kerak bewarna putih ke abu abuan di sekitar pinggiran telinga, dan apa bila memburuk akan menyebar ke seluruh tubuh. Banyak pemilik kucing yang salah mendiagnosa penyakit kulit akibat jamur (ringworm,yeast) dengan scabies, penyakit scabies dapat terlihat jelas dengan melihat kerak kucing tersebut dibawah mikroskop dan dapat dijumpai tungau Notoedres Cati. Jika gejala tersebut sudah terlihat segera bawa kedokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA  Kekayaan 5 Kucing Ini Akan Membuatmu Iri Setengah Mati

pengobatan pertama untuk scabies pada kucing

Untuk pemilik kucing yang belum sempat untuk membawa kucingnya kedokter hewan, ada baiknya anda mencoba untuk memberikan penanganan pertama sebelum penyakitnya menyebar luar ke tubuh kucing anda, dengan menggunakan obat obat rumah yang cukup efektif.

  1. persiapkan alat alatnya yaitu handuk, air hangat dan cotton bud.
  2. Bahan yang digunakan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil, dan Propolis
  3. Sebelum membersihkan bagian berkerak, bersihkan bagian dalam telinga dengan menggunakan baby oil dan Cotton Bud
  4. Setelah selesai membersihkan bagian dalam telinga, Celupkan handuk kedalam air hangat, bersihkan didaerah berkerak.
  5. Cabut semua kerak secara perlahan dan hati hati agar tidak menimbulkan luka dengan menggunakan Virgin Coconut Oil atau Minyak tawon
  6. Setelah bagian berkerak di bersihkan gunakan propolis dengan menggunakan Cotton Bud oleskan secukupnya.
  7. Jika ada obat kutu Frontline, oleskan di daerah tenkuk kucing secara merata

Untuk penanganan selanjutnya dengan dokter, biasanya akan diperlukan penyuntikan anti parasite. Untuk kucing dewasa, namun untuk kucing kecil, menggunakan propolis sudah cukup efektif.

Untuk hasil optimal, sebaik nya gunakan Ellizabeth Collar pada kucing untuk mencegah kucing menggaruk dan menghasilkan luka. Anda dapat membelinya sekitar 30-50 rb tergantung ukuran. Atau anda dapat membuatnya sendiri.

 

Sumber

http://pets.webmd.com/cats/cat-mange-scabies

http://www.peteducation.com/article.cfm?c=1+2141&aid=737

Literatur dosen Dr drh. Gunanti, MS  Paramedik Veteriner IPB 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *