5 Kucing Hutan Ini Berbahaya untuk Dipelihara

Bagi beberapa orang, memelihara hewan eksotik mendatangkan kepuasan tersendiri. Selain corak dan fisik kucing cantik ini terlihat menawan, kucing ini juga menjadi lambang prestige bagi yang memeliharanya. Padahal, ada beberapa konsekuensi yang harus dihadapi jika kamu memutuskan untuk memelihara hewan liar yang dilindungi. Berikut ulasan mengenai 5 jenis kucing hutan yang berbahaya untuk dipelihara.

Mengenal Jenis Kucing Hutan

Secara kasat mata kucing hutan memang terlihat sangat mirip dengan kucing domestik. Perbedaan mencolok tampak dari bulunya yang tampak loreng serta tubuhnya yang relatif menyerupai kucing besar. Sehingga kucing ini umum pula disebut sebagai macan.

macan dahan kalimantan

Macan Dahan via gelerigambarhewan.net

Di Indonesia terdapat 5 jenis kucing hutan yang termasuk dalam satwa yang dilindungi karena tergolong satwa langka. Jenis kucing hutan di tanah air antara lain; macan dahan benua (Neofelis nebulosa), macan dahan kalimantan (Neofelis diardi syn. Felis diardi), kucing batu (Pardofelis marmorata, syn. Felis marmorata), kucing emas asia (Catopuma temmincki), kucing congkok (Prionailurus bengalensis syn. Felis bengalensis). Jenis yang paling sering ditemui dalam bursa hewan peliharaan ilegal adalah jenis yang terakhir, yakni kucing congkok yang juga disebut kucing bengal.

kucing bengal

Kucing Bengal via kucingpic.com

Sifat dan Deskripsi Kucing Hutan

Kucing hutan bukanlah hewan peliharaan. Sifatnya yang tidak berbeda dari spesies kucing besar membuatnya memiliki karakter yang jauh berbeda dibandingkan ras kucing lainnya. Jangan berharap bisa bermain santai dan melihatnya bermanja pada kita. Alih-alih bermanja, spesies ini mungkin cenderung bersifat menantang dan menganggap kamu sebagai ancaman.

kucing blacan

Kucing Blacan via kaskus.co.id

Kucing hutan memiliki struktur kaki yang dirancang sangat sesuai untuk berlari kencang untuk mengejar mangsa, berenang, serta memanjat pohon. Meski belum pernah ada bahasan mengenai masalah kesehatan akibat memelihara kucing hutan atau adanya kutu kucing pada hewan ini, baiknya jangan malah jadi penasaran ingin mencoba memeliharanya ya. Karena namanya juga kucing yang hidup secara liar, entah penyakit apa yang bisa hewan ini tularkan ke kamu.

BACA JUGA  5 Hal Ini Dapat Menyebabkan Suara Kucing Anggoramu Hilang

Melihat sifat dasarnya yang liar dan agresif, kucing hutan sangat berbahaya untuk dijadikan hewan peliharaan di rumah. Karena sulit untuk menekan sifat pemburunya. Seperti macan, kucing hutan berburu dan menyerang atas dasar sifat alami, bukan sekedar mencari makanan.

Pola Hidup Kucing Hutan

kucing batu

Kucing Batu via greenleafology.blogspot.com

Kucing hutan aktif di malam hari, sebagaimana hewan pemburu pada umumnya. Makanan utamanya adalah semua jenis hewan kecil seperti burung, tikus, dan ayam. Meski disebut sebagai kucing hutan, kucing ini biasanya dapat ditemui bermukim di kawasan gua dan dekat dengan permukiman penduduk di pedalaman.

Ini sebabnya mengapa kucing hutan sering ditangkap oleh warga lokal untuk diperdagangkan. Keterbatasan penghasilan penduduk yang bermukim di desa-desa dekat hutan, menyebabkan kucing hutan kemudian jadi opsi menarik sebagai penambah penghasilan. Padahal aturan untuk melindungi sekaligus larangan perdagangan satwa liar telah dituangkan melalui UU No.5 tahun 1990.

BACA JUGA  Jenis-jenis Ras kucing terpopuler di dunia

Menilik paparan di atas, jangan coba-coba memelihara kucing hutan ya! Jangan sampai kamu berurusan dengan hukum hanya karena menangkap atau memelihara kucing hutan. Masih banyak jenis kucing cantik lain yang memang layak menjadi hewan peliharaan. Selain itu, jadilah warga negara yang baik dan mari patuhi undang-undang perlindungan satwa langka.

There are 5 comments for this article
  1. Bambang Ratno Saputro at 16:37

    Koreksi : The Bengal is a domestic cat breed developed to look like exotic jungle cats such as leopards, ocelots, margays and clouded leopards. Bengal cats were developed by the selective breeding of domestic cats crossed then backcrossed and backcrossed once more with hybrids from the Asian leopard cat (ALC), Prionailurus bengalensis bengalensis, and domestic cat, with the goal of creating a confident, healthy, and friendly cat with a highly contrasted and vividly marked coat.

    Jadi, kucing congkok bukanlah kucing bengal seperti gambar dan artikel di atas.

    • raju at 23:48

      Koreksi lagi kucing congkok lebih berhak memakai nama Bengal karena Bengal adalah nama ilmiah Dari kucing congkok Dan sudah dipakai sebelum nama kucing Bengal dipakai…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *