10 Cara Merawat Kucing yang Sakit dan Terluka

Kamu memiliki rasa sayang terhadap hewan? Tentu saja tidak ada salahnya, sebab hewan juga memiliki insting bersahabat dengan manusia. Menyayangi hewan bisa jadi salah satu cara mewujudkan kekagumanmu terhadap Sang Pencipta. Kucing, hewan jinak yang umum dipelihara ini mempunyai segudang pesona yang dapat membuat kamu, terutama cat lovers, kagum. Entah karena wajahnya yang menarik, penampilan yang unik, atau tingkahnya yang lucu yang membuatmu suka. Atau bahkan kamu adalah tipe penyayang yang tak pilih kasih, jadi tak masalah dengan kondisi penampilan kucing yang seperti apapun, kamu tetap siap merawatnya. Wah, ini baru cat lovers yang top.

Buat kamu para cat lovers, tentunya tahu bahwa salah satu sifat alamiah kucing adalah memiliki daerah kekuasaan yang ditandai dengan bau, biasanya menggunakan urine atau kotoran. Untuk menguasai sebuah wilayah, kucing jantan beradu kekuatan saling mengalahkan. Dalam perkelahian tersebut, tidak jarang membuat kucing terluka. Selain itu, kucing yang suka berkeliaran memiliki resiko kecelakaan atau terluka lebih tinggi daripada kucing rumahan. Terlepas dari penyebab luka, disengaja atau tidak, luka yang diderita juga bisa bervariasi dan terkadang cukup parah. Lalu apa yang harus dilakukan saat melihat kucing terluka? Bagaimana cara merawat kucing yang terluka? Oke cat lovers, kali ini kita akan membahas seputar penanganan pertama pada kucing yang terluka.

Sebelum memberi perawatan, kenali terlebih dahulu luka yang diderita kucing. Ada dua kategori luka pada kucing. Pertama, luka ringan yaitu memar, goresan ringan dan goresan berat. Kedua, luka berat. Untuk kategori luka berat sebaiknya ditangani oleh ahli dalam hal ini dokter hewan karena mungkin akan memerlukan penanganan khusus untuk merawatnya. Setelah itu, jika menemui kucing terluka, bagaimanapun kondisinya, tetaplah tenang. Panik hanya akan mengacaukan suasana. Sebaliknya, pikiran tenang akan mebuatmu fokus pada tindakan yang tepat. Berikut cara-cara merawat kucing terluka, diantaranya:

1. Perhatikan keadaan sekeliling

Saat kamu melihat kucing terluka, pastikan kondisi di sekelilingnya aman tanpa ada bahaya yang mengancam seperti anjing rabies, lintasan mobil, atau kondisi bahaya lainnya. Jika sudah memungkinkan, pindahkan kucing ke tempat yang aman. Kucing luka ringan bisa langsung di gendong, kucing luka berat dapat dipindahkan menggunakan kain untuk menggendongnya. Setelah dipastikan aman, lakukan langkah berikutnya.

2. Kenali luka kucing

kenali luka kucing

https://www.flickr.com/photos/electricshutter/8730437529/

Bila kamu sudah yakin bahwa kondisi sekeliling aman, saatnya mendeteksi luka yang diderita kucing. Periksalah waktu luka, apakah luka lama atau luka baru. Luka lama memiliki ciri-ciri: demam, bernanah, abses. Sedangkan luka baru memiliki ciri-ciri: pendarahan, pembengkakan, goresan, kerontokkan bulu, rasa sakit.

BACA JUGA  Kucing Anda Muntah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

3. Pendarahan

Perawatan luka pada kucing yang mengalami pendarahan adalah: gunakan kain kasa, letakkan tepat diatas luka, tekan untuk menghentikan pendarahan, kemudian gunakan plester agar kain kasa tersebut dapat menempel dan menutupi luka. Setelah selesai, periksalah bagian tubuh yang lain. Jika terdapat luka yang sama, maka lakukan hal yang sama pula.

4. Luka goresan

luka goresan pada kucing

https://www.flickr.com/photos/hkase/8502563205/

Untuk merawat luka goresan, langkah yang dapat dilakukan adalah dengan membersihkan luka menggunakan air atau antiseptik. Perlu diingat cat lovers, antiseptik yang digunakan bukanlah alkohol karena dapat merusak jaringan. Yang digunakan sebagai antiseptik pada luka goresan ringan untuk kucing adalah larutan konsentrat yang mengandung iodin povidon (betadine mengandung 10% iodine povidon) atau klorheksidin diasetat. Jika luka goresan terlihat cukup dalam, maka bersihkan bagian pinggirnya saja. Setelah itu, temui dokter hewan untuk perawatan lebih lanjut.

5. Kucing dalam keadaan pingsan

Baringkan kucing dengan posisi bagian kepala lebih rendah dari pada kaki belakang. Hal ini dimaksudkan agar aliran darah ke otak lebih banyak. Bersihkan sekitar mulut dan hidung agar tidak ada yang menghalangi pernafasannya. Larikan ke dokter hewan segera.

6. Kucing keracunan

kucing keracunan

https://www.flickr.com/photos/lumachrome/5435123623/

Kadangkala kucing memakan atau meminum apapun yang ada di sekitarnya. Hal ini rentan membuat mereka keracunan. Untuk merawat kucing yang keracunan adalah dengan memberinya minum air putih yang banyak atau susu full cream. Jika kucing pingsan, pantau terus denyut nadi dan jantungnya dan segera bawa ke dokter hewan dengan tetap memeriksa denyut jantung atau nadinya.

7. Kucing luka bakar

Terdapat dua tingkat luka bakar. Luka bakar tanpa ada gejala melepuh berarti luka bakar tingkat pertama. Penanganannya adalah dengan cara membiarkan kulit terkena aliran air dingin dilanjutkan dengan mengoleskan obat luka bakar lalu diperban longgar. Sedangkan luka bakar tingkat kedua disertai gejala melepuh. Cara penanganannya dengan cara memberikan obat luka bakar kering lalu diperban longgar. Jika luka melepuh mulai membesar (melendung) tetap biarkan reaksi luka itu terjadi, tidak perlu dipecahkan karena akan menimbulkan luka baru. Hindarkan pemberian obat luka basah atau berminyak, ointment apapun pada luka bakar tingkat dua ini. Jika disebabkan oleh bahan kimia, cuci luka bakar dengan air dingin, lalu segera pergi ke dokter hewan.

BACA JUGA  Jika Kamu Melakukan 20 Hal Ini, Siap-siaplah Dibenci Oleh Kucing Kesayanganmu

8. Kucing digigit hewan lain

Gigitan atau sengatan yang diderita kucing dapat dibersihkan oleh antiseptik atau air untuk meminimalisir penyebab infeksi. Jika gigtan berasal dari hewan berbisa seperti kalajengking, ular atau laba-laba, maka baringkan kucing dengan posisi jantung lebih tinggi dari bagian tubuh yang lain. Segera bawa ke dokter hewan denga terus memantau denyut jantung dan nadinya sepanjang perjalanan. Begitu pula jika kucing digigit oleh hewan penderita rabies harus ditangani oleh dokter hewan.

9. Suhu ekstrem

Di beberapa tempat, temperatur udara bisa sangat ekstrem bagi kucing, baik terlalu panas atau terlalu dingin. Suhu yang ekstrem ini pun dapat membuat kucing menderita. Jika hal ini terjadi, maka tempatkan kucing pada kondisi sebaliknya. Jika penderitaannya semakin berlanjut, teridentifikasi melalui tubuhnya yang melemah, maka segera pergi ke dokter.

10. Kucing sekarat

kucing sekarat

https://www.flickr.com/photos/dontcallmeikke/2318646456/

Kucing sekarat adalah kondisi di mana kucing tiba-tiba kejang-kejang, sulit bernafas dan terlihat kaku, badannya terasa dingin seperti mati. Baringkan kucing ditempat yang datar beralaskan handuk aatau selimut tebal, cek terlebih dahulu detak jantung dan denyut nadinya dengan meletakkan jari tangan di atas dada yang berada dekat belakang siku dengan jarak sekitar 6 cm. Pada kucing normal detak jantung sekitar 120 – 130 kali per menit. Lakukan pernafasan buatan. Seorang cat lovers sejati pasti siap melakukan pernafasan buatan untuk kucing yang tengah membutuhkan bantuan pernafasan. Caranya, posisi kucing menengadah keatas, tutup mulut kucing dengan tanganmu, tiupkan udara melalui lubang hidungnya sekitar 13 – 15 tiupan per menit. Jika belum berhasil, lakukan teknik CPR. Kali ini letakkan telapak tangan kiri di dinding dada sebelah siku, lalu tekan dengan lembut sebanyak 60 – 80 kali per menit dengan irama beraturan. Cat lovers juga dapat melakukan CPR secara bergantian dengan nafas buatan. Hal ini dilakukan untuk menghidupkan kembali fungsi jantung.

Perlu diketahui oleh para cat lovers bahwa kucing yang terluka dan merasa sakit memiliki kemungkinan menjadi lebih agresif dan bisa menggigit. Hampiri dengan lembut seperti membujuk sambil mengajaknya bicara agar dia merasa tenang dan tidak terancam. Namun jangan terlalu banyak bicaranya, khawatir kucing malah berbalik stress…hehehe. Semoga cara-cara di atas dapat bermanfaat bagi cat lovers dalam memberikan pertolongan pertama pada kucing tersayang.

There are 12 comments for this article
  1. jinani at 22:19

    maaf, tapi kalau luka kucing dibersihkan dengan air / diberi anti septik, kucing akan menjilati jilatinya atau malah pergi.
    apa ada obat dalam yg dapat mengeringkan lukanya sehingga dia tdk merasa kesakitan ketika meminumnya ? terimakasih

  2. Anisa medina at 21:51

    Kalo kucing yg kecelakaan dan pada bagian mata nya gimana ya?? Bagian mata bengkak dan bernanah itu gimana? Berhubung dokter hewan libur atau jauh lokasi nya . Pertolongan pertamanya harus gimana ya?? Help

  3. Jean Lova at 17:16

    Kucing saya baru saja berkelahi dengan kucing lain nya,ada luka gigitan dari anu nya,dia juga mengeluarkan cairan terus dari itunya,sudah di kasih jeruk nipis dan kunyit masih saja mengeluarkan cairan seperti air pipis ny.bagai mana mengatasi biar berhenti pendarahan dan cairan nya itu,adakah dokter hewan di subang,kalau ada kasih tau alamat nya di mana terimakasih

  4. Sal at 17:03

    Cara mengobati kucing yang bagian kepalanya dagingnya kelupas gitu. Kayaknya berantem sama kucing lain. Aku takut dia jadi mati tapi sikucingnya tetep aktif kaya biasa. Jadi dagingnya kaya ada yang poal gitu..Gimana cara ngobatin nya..

  5. Pingback: Mitos dan Fakta Seputar Kucing Hitam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *