Benarkah Anak Kucing Yang Baru Lahir Tidak Boleh Dipegang?

Bagi sebagian orang, memiliki hewan peliharaan merupakan kebutuhan. Selain karena senang pada rupa atau bentuk hewan yang dipelihara, mereka pun biasanya menjadikan hewan tersebut teman bahkan bagian dari keluarga. Kucing sudah menjadi hewan peliharaan yang banyak diminati sejak dahulu. Selain lucu, kucing juga memiliki naluri bersahabat dengan manusia. Buat kamu para pemelihara kucing, ada kepuasaan tersendiri saat kucing kesayanganmu yang cantik dapat beranak-pinak dan melahirkan keturunan yang menarik. Namun tak jarang anak-anak kucing yang diharapkan tumbuh malah mengalami kematian. Kira-kira apa ya penyebabnya?

Di masyarakat ada pendapat yang mengatakan bahwa anak kucing yang baru lahir tidak boleh dipegang oleh tangan manusia, karena bisa menyebabkan induknya tak mau lagi memelihara si anak kucing. Akibatnya anak kucing bisa mati. Apakah itu benar atau hanya mitos? Disarankan bagi para pecinta kucing untuk mengetahui fakta tentang beberapa penyebab kematian anak kucing, seperti ulasan berikut:

Induk Yang Tidak Mau Menyusui

induk kucing tidak mau menyusui anaknya

https://www.flickr.com/photos/8471437@N08/6453013375/

Pada beberapa kasus, kematian anak kucing dapat disebabkan karena sang induk tidak bersedia menyusui anaknya. Beberapa alasan sang induk enggan menyusui adalah:

  • Induk kucing baru pertama menyusui, merasa masih asing dengan kebiasaan baru sebagai induk. Seperti sindrom baby blues kalau pada manusia. Hal ini dapat diatasi dengan memegang induk serta anak kucing kemudian menstimulasinya untuk menyusui.
  • Induk tidak mengenali bau anaknya. Hal ini disebabkan karena anak kucing terlalu banyak dipegang oleh tangan manusia sehingga memiliki bau manusia. Jika hal tersebut terjadi pada anak kucingmu, maka tetaplah untuk menyatukan keduanya (induk dan anak kucing) hingga si induk mengenali baunya, atau pilihan terakhir adalah anak kucing diberi susu formula khusus dengan menggunakan dot.
BACA JUGA  Cara Merawat Anakan Kucing Anggora dengan Mudah

Anak Kucing Terkena Virus

anak kucing sakit

https://www.flickr.com/photos/pmarkham/2880036438/

Tubuh anak kucing belum sekuat tubuh kucing dewasa. Kondisi lingkungan sekitar (suhu, udara dan cuaca) akan cukup mempengaruhi kesehatannya yang masih rentan terkena penyakit. Penyakit yang menimpa anak kucing biasanya disebabkan oleh virus. Jika hal ini terjadi, maka disarankan agar kamu membersihkan tubuhnya dengan kain lap menggunakan air hangat terutama untuk daerah sekitar mulut dan dubur. Berilah tempat tidur yang nyaman serta tambahkan kehangatan menggunakan lampu dengan jarak yang agak mendekati tubuh anak kucing hingga kondisinya normal.

Makanan Atau Minuman Yang Salah

kucing salah makan

https://www.flickr.com/photos/armydre2008/3984903341/

Seperti halnya manusia, anak kucing yang sudah mulai makan (sekitar usia 3 bulan) tidak boleh diberi sembarangan makanan maupun minuman karena dapat menjadi penyebab beberapa penyakit, seperti:

  • Cacingan, biasanya berasal dari makanan yang kotor.
  • Diare, pun berasal dari makanan kotor. Saat terkena penyakit ini, anak kucing kehilangan nafsu makan, dehidrasi, kurus dan bisa berujung pada kematian.
  • Keracunan, terjadi saat anak kucing makan sembarangan seperti cokelat atau minum-minuman air bekas cuci baju, pembersih lantai, comberan dan lain-lain. Bila kucing kamu muntah karena keracunan, coba atasi dengan cara ini.
BACA JUGA  Kucing Persia Anda Ingin Ikut Kontes? Baca Dulu 5 Tips Ini

Jadi, memegang anak kucing memang dapat menjadi penyebab kematiannya. Namun bukan berarti memegangnya menjadi terlarang. Karena sakit atau sehatnya si anak kucing tergantung dari ketelatenan serta pengetahuan kamu tentang perawatan kucing. Terutama anak-anak kucing ras anggora atau persia, yang biasanya membutuhkan perawatan berbeda dari kucing kampung biasa. Tentu saja tidak hanya ilmu perawatan, kasih sayang pun diperlukan selama merawat anak kucing yang kamu pelihara. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat bagi para pencinta kucing.

There are 2 comments for this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *